Hidup Adalah Pilihan

GBI River Of Life – (Filipi 1:9-11; Ulangan 30:19) Hidup adalah pilihan. Dan pilihan kita itulah yang akan menentukan menjadi seperti apa kita. Perjalanan hidup kita didunia ini banyak diperhadapkan pilihan. Mungkin disaat usaha kita bangkrut, kenyataannya memang memahitkan hati, tapi kita bisa memilih untuk bangkit dan berusaha lagi. Saat kita dikhianati, kenyataannya memang sakit, tapi kita bisa memilih untuk melepaskan pengampunan. Ada kalanya Anda mengalami masa-masa yang sulit dan pahit, tapi ada kabar baik bagi Anda : Anda tetap bisa memilih! Anda bisa memilih untuk sukses maupun gagal. Hidup atau mati. Berkat atau kutuk. Sukacita atau dukacita. Mengasihi atau membenci. Optimis atau pesimis. Positif atau negatif. Bebas atau terikat. Bukan situasi yang menentukan hidup kita, tapi pilihan kita. Dalam situasi sesulit apapun, Anda tetap bisa memilih untuk sesuatu yang baik. Nah bagaimana cara supaya pilihan kita baik, tepat dan berkenan, maka mari kita simak hal berikut:

  1. Berubah Dengan Mengikuti Pola Pikir Tuhan. Di dalam (Roma 12:2), Paulus mengajarkan bahwa kita harus mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah, serta mengubah pola pikir (akal budi) kita untuk dapat membedakan kehendak Allah dengan kehendak yang bukan Allah.

  1. Hidup Senantiasa Dipimpin Roh Kudus. “Di dalam (Kejadian 39:1-4), jelas kita tahu bagaimana yusuf mendapatkan penyertaan dan pimpinan Tuhan sehingga apa yang dia kerjakan selalu berhasil. Nah begitu pula bila setiap hidup kita dipenuhi, dipimpin oleh penyertaan Roh Kudus maka segala yang akan kita pilih, kita kerjakan akan selalu berhasil dan memperoleh berkat seperti dalam ( 1 Petrus 3:9).”

Di dalam (Hakim-hakim 6:36-40), di gambarkan kepada kita Kisah seorang Gideon dalam menghadapi pergumulan hidup, sehingga dia meminta petunjuk dari Tuhan.  Perlu kita meniru seperti apa yang dilakukan Gideon. Kita bisa meminta petunjuk dan penyertaan Tuhan senantiasa dalam setiap langkah hidup kita. Jangan pernah melangkah tanpa meminta penyertaan Tuhan karena kita akan menemui kesulitan-kesulitan. Namun sebaliknya, ketika Tuhan menyertai langkah kita, maka kita akan hidup dalam kemenangan-kemenangan.

Dalam situasi sesulit apapun, ketika kita melibatkan Tuhan, maka kita bisa memilih untuk sesuatu yang baik.

Khotbah Gembala (Minggu, 6-11-2016)

PS. Djunaidi Salim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *